Senin, 15 Januari 2018



Hasil gambar untuk pengeluaran negara

1.      Perspektif Konvensional

Pengeluaran pemerintah biasanya direncanakan lebih dulu. Jadi pemerintah membuat daftar anggaran yang akan dikeluarkan setiap tahunnya, di Indonesia  daftar ini dijabarkan dalam anggaran perencanaan belanja Negara (APBN). Pengeluaran pemerintah sendiri dibedakan menjadi dua yaitu pengeluaran Negara dan pengeluaran daerah yang keduanya mempunyai struktur pengeluaran tersendiri dan berbeda.
Dalam teori ekonomi makro, pengeluaran pemerintah terdiri dari 3 pos utama yang bisa digolongkan sebagai berikut (Boediono,1999) :
a.       Pengeluaran pemerintah untuk pembelian barang dan jasa
b.      Pengeluaran pemerintah untuk gaji pegawai
c.       Pengeluaran pemerintah untuk transfer payment (subsidi, dana pensiun, dll)

              Pengeluaran Negara adalah pengeluaran pemerintah terkait pengeluaran untuk membiayai program-program yang ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan macam-macamnya, pengeluaran Negara dibedakan menjadi dua yaitu menurut organisasi dan sifat.
                        Menurut organisasi, pengeluaran Negara digolongkan menjadi 3 yaitu :
a.       Pemerintah Pusat (APBN)
Yakni pengeluaran untuk belanja pegawai, belanja barang dan modal, pembayaran bunga utang, subsidi, dana hibah, bantuan sosial serta pengeluaran untuk pembiayaan seperti obligasi pemerintah, pembayaran pokok utang pinjaman utang luar negeri, dan lain-lain.

b.      Pemerintah Provinsi
Yakni belanja operasi seperti belanja pegawai, barang dan jasa, pemeliharaan, perjalanan dinas, hibah serta belanja modal seperti belanja asset tetap, dan sebagainya.

c.       Pemerintah Kabupaten/Kota
Yakni pengeluaran untuk belanja ( bagi hasil pendapatan ke desa/kelurahan)




Sedangkan menurut sifatnya, pengeluaran Negara dibedakan menjadi 5, antara lain :
a.       Pengeluaran investasi
Misalnya pengeluaran untuk pembangunan jalan tol, pelabuhan, bandara, peningkatan SDM atau lainnya
b.      Pengeluaran penciptaan lapangan kerja
c.       Pengeluaran kesejahteraan rakyat
d.      Pengeluaran penghematan masa depan
e.       Pengeluaran yang tidak produktif


2.      Perspektif Islam

            Berdasarkan jenisnya, pengeluaran pemerintah bisa dibedakan sebagai berikut:
a.       Wasteful Spending
      Yakni kondisi dimana belanja pemerintah memberikan manfaat yang lebih kecil dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan sehingga pengeluaran yang dikeluarkan relative tidak memberikan pengaruh tidak signifikan terhadap masyarakat.

b.      Productive Spending
      Yakni apabila belanja pemerintah memberikan manfaat yang lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan. Pengeluaran pemerintah memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap perekonomian.

c.       Transfer Payment
Yakni  apabila jumlah manfaat yang diterima dan biaya yang dikeluarkan sama besarnya. Hal ini dilakukan pada jenis pengeluaran seperti subsidi kepada masyarakat, pemberian jaminan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan seperti asuransi kesehatan dan sebagainya.

Sedangkan berdasarkan sifatnya, pengeluaran pemerintah dapat dibedakan menjadi :

a.       Temporary Spending
Yaitu pembiayaan yang dilakukan hanya satu kali saja. Sifat pengeluarannya sewaktu-waktu sesuai dengan situasi dan kondisi.

b.      Permanent Spending
Yaitu pengeluaran yang dilakukan oleh pemerintah secara terus-menerus dalam periode tertentu.

Pengeluaran Negara yang lebih banyak untuk kemaslahatan umat pada masa Rasulullah SAW dan Khulafaurrasyidin adalah sebagai berikut :

a.       Primer
1.      Biaya pertahanan seperti persenjataan, onta, dll
2.      Penyaluran zakat dan ushr kepada yang berhak menerimanya sesuai ketentuan Al-Qur’an
3.      Pembayaran gaji untuk wali, Qadi, guru, imam, Muadzin dan pejabat Negara lainnya.
4.      Pembayaran upah para sukarelawan
5.      Pembayaran uang Negara
6.      Bantuan untuk musafir

b.      Sekunder
1.      Bantuan untuk orang yang belajar agama di madinah
2.      Hiburan unbtuk para delegasi keagamaan
3.      Hiburan untuk para utusan suku dan Negara serta biaya perjalanan mereka
4.      Hadiah untuk pemerintah Negara lain
5.      Pembayaran denda untuk mereka yang terbunuh tidak sengaja oleh pasukan kaum muslimin.
6.      Pembayaran tebusan untuk kaum muslimin yang menjadi budak
7.      Pembayaran utang untuk orang yang meninggal dalam keadaan miskin
8.      Pembayaran tunjangan untuk orang miskin
9.      Persediaan darurat



            6 prinsip umum:
a.       Kriteria utama untuk semua  alokasi pengelaran adalah sejahteranya masyarakat
b.      Penghapusan kesulitan hidup dan penderitaan harus diutamakan diatas penyediaan rasa tentram
c.       Kepentingan mayoritas harus diutamakan
d.      Pengorbanan atau kerugian individu  dapat dilakukan untuk menyelamatkan  kerugian public  dan kerugian yang lebih besar dapat dihindarkan dengan menjatuhkan kerugian yang lebih kecil.
e.       Siapapun yang menerima manfaat harus menanggung biayanya
f.       Sesuatu yang tanpanya suatu kewajiban tidak dapat terpenuhi  merupakan wajib pengadaannya.


Kesimpulan :
          Tujuan utama atau fungsi dari pengeluaran Negara dipandang dari kedua perspektif sebenarnya hampir sama yaitu demi kesejahteraan rakyat. Akan tetapi, pada tahap pengalokasiaannya keduanya memiliki prioritas yang berbeda. Pada perspektif konvensional pengeluaran ini untuk mendukung progja pemerintahnya atau kabinetnya. Semoga kedepannya progja dan alokasinya benar-benar mengena dan dirasakan masyarakat. aamiin

**Tugas MakroekonomiIslam oleh Lusi Murdianti**



Generasi Ekonomi Islam . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates