Kelebihan Sistem Ekonomi Islam Dibanding Sistem Ekonomi Kapitalisme dan Sosialisme

Sumber diambil dari salah satu bab buku Prof.Dr.H.Boedi Abdullah..
Menarik :)
Pertanyaan
mendasar, dapatkah sistem ekonomi Islam disamakan dengan sistem ekonomi
kapitalisme dan bukan sosialisme? Atau benarkah sistem ekonomi islam dekat
dengan sistem ekonomi sosialisme? Satu hal yang jelas dari kesamaan antara
sistem ekonomi Islam dan kapitalisme yaitu keduanya sama-sama menolak
sosialisme dengan sikap-sikapnya yang sangat mendukung kebebasan individu dan
mengakui hak milik pribadi. Kemudian kesamaan antara sistem ekonomi islam dan
sosialisme yaitu sikap keduanya yang mendukung pemerataan kesejahteraan dengan
sikap tidak mementingkan diri sendiri sehingga tidak terjadi kesenjangan
sosial antara Si kaya dan Si miskin. Akan
tetapi dalam beberapa hal sistem ekonomi islam memiliki beberapa kelebihan
dibanding keduanya, diantaranya dalam hal sifat kepemilikan, hak pemanfaatan,
prioritas kepemilikan, peran individu dan negara, distribusi kepemilikan, dan
tanggung jawab pemanfaatan.
Pertama,
sifat kepemilikan. Sistem ekonomi kapitalisme dan sosialisme berpegang pada
prinsip kepemilikan mutlak oleh manusia. Dengan berpegang pada prinsip tersebut
berarti kedua sistem ini tidak mengakui adanya kepemilikan absolut oleh sang
pencipta karena mereka merasa bahwa manusialah yang memiliki hak mutlak atas
harta yang dimiliki sehingga mereka akan menggunakan harta mereka dengan
sebebas-bebasnya. Kelebihan sistem ekonomi islam dibanding kedua sistem ini
adalah sistem ekonomi islam berpegang teguh pada prinsip bahwa Allah adalah
pemilik mutlak, manusia hanya memiliki
hak pakai dan hak kepemilikan terbatas sehingga manusia akan memanfaatkan harta
yang dimiliki dengan sebaik-baiknya karena mereka sadar bahwa mereka hanya
memiliki hak pakai bukan hak mutlak.
Kedua,
hak pemanfaatan. Sistem ekonomi kapitalisme dan sosialisme berprinsip bahwa
manusia bebas memanfaatkan harta mereka. Sedangkan sistem ekonomi islam
berprinsip bahwa pemanfaatan harta oleh manusia mengikuti ketentuan Allah. Kelebihan
sistem ekonomi islam dalam hal ini yaitu dengan prinsip bahwa pemanfaatan harta
oleh manusia mengikuti ketentuan Allah, maka ketika memanfaatkan harta mereka
pasti manusia akan berhati-hati dalam bertindak
mengikuti syari’at Allah yang telah mengatur untuk
hal-hal apa saja harta mereka digunakan dan dibelanjakan. Berbeda dengan
kedua sistem tersebut yang bebas membelanjakan dan memanfaatkan harta mereka
dalam hal apa saja sebebas-bebasnya sekalipun untuk kejahatan.
Ketiga,
Prioritas kepemilikan. Dalam sistem ekonomi kapitalisme, hak milik individu
dijunjung tinggi sehingga berakibat persaingan bebas dan sifat individualisyang
menyebabkan kesenjangan sosial yang tinggi. Berbeda dengan sistem ekonomi sosialisme
yang sangat menjunjung tinggi hak milik kolektif/sosial sehingga mengabaikan
hak milik dan kebebasan pribadi. Sedangkan dalam ekonomi islam, hak milik
individu dan kolektif diatur oleh agama sehingga terdapat batasan antara
hal-hal apa saja yang boleh menjadi hak milik pribadi dan hal-hal apa saja yang
menjadi hak kolektif(harta bersama). Hal ini akan berdampak pada pengelolaan
harta oleh manusia itu sendiri.
Keempat,
peran individu dan negara. Sistem ekonomi kapitalisme berprinsip bahwa individu
bebas memanfaatkan sumber daya. Sedangkan sistem ekonomi sosialisme berprinsip
bahwa negara lah yang mengatur pemanfaatan sumber daya. Kelebihan sistem
ekonomi islam dalam hal ini adalah menjadi penengah diantara keduanya, sistem
ekonomi islam sendiri berprinsip bahwa terdapat kewajiban individu, masyarakat,
dan Negara secara proporsional, dalam artian bahwa masing-masing memiliki porsi
untuk mengatur kewajiban dan sumber daya apa saja yang boleh dikelola dan
dikembangkan oleh masing-masing bagian. Sehingga tidak terjadi kediktatoran
oleh Negara ataupun kebebasan sebebas-bebasnya oleh individu.
Kelima,
distribusi kepemilikan. Dalam sistem ekonomi kapitalisme, distribusi
kepemilikan bertumpu pada mekanisme pasar, yang membedakannya dengan sistem
ekonomi sosialisme yaitu dalam sistem ekonomi sosialisme distribusi kepemilikan
bertumpu pada peran pemerintah. Sedangkan dalam sistem ekonomi islam,
distribusi kepemilikan itu sebagian diatur oleh pasar, pemerintah, dan ada yang
langsung diatur oleh Quran. Keunggulan sistem ekonomi islam dalam hal ini
adalah distribusi kepemilikan menjadi lebih jelas bagian-bagiannya karena telah
diatur. Sehingga pandistribusian harta seperti zakat, infaq maupun sedekah
menjadi merata.
Terakhir,
dalam hal tanggung jawab dan pemanfaatan. Sistem ekonomi kapitalisme berprinsip
bahwa pertanggungjawaban dan pemanfaatan harta yang dimiliki adalah kepada diri
sendiri secara ekonomis dan teknis. Sistem ekonomi sosialisme dalam hal
pertanggungjawaban dan pemanfaatan harta ini, berprinsip bahwa pertanggungjawabannya
adalah kepada publik secara ekonomi dan teknis. Berbeda sekali dengan prinsip
ekonomi islam yang berpandangan bahwa
pertanggungjawaban dan pemanfaatan harta adalah kepada diri sendiri, publik,
dan Allah di dunia akhirat. Kelebihan Sistem ekonomi islam dalam hal ini adalah
sistem ini tidak hanya memikirkan tanggung jawab di dunia saja, tetapi juga
pertanggungjawaban di akhirat.
Jadi,
dapat disimpulkan bahwa memang terdapat beberapa kelebihan sistem ekonomi islam
dibanding sistem ekonomi kapitalisme dan sistem ekonomi sosialisme baik dalam
hal sifat kepemilikan, hak pemanfaatan, prioritas kepemilikan, peran individu
dan Negara, distribusi kepemilikan, maupun pertanggungjawaban pemanfaatan yang
menjadikan sistem ekonomi islam lebih unggul dari sistem ekonomi kapitalisme
dan sistem ekonomi sosialisme yang selama ini digunakan sebagian besar negara
maju di dunia.
