Selasa, 16 Januari 2018




 Hasil gambar untuk sejarah pemikiran ekonomi islam+buku

Sumber diambil dari salah satu bab buku Prof.Dr.H.Boedi Abdullah..
Menarik :)

 
Pertanyaan mendasar, dapatkah sistem ekonomi Islam disamakan dengan sistem ekonomi kapitalisme dan bukan sosialisme? Atau benarkah sistem ekonomi islam dekat dengan sistem ekonomi sosialisme? Satu hal yang jelas dari kesamaan antara sistem ekonomi Islam dan kapitalisme yaitu keduanya sama-sama menolak sosialisme dengan sikap-sikapnya yang sangat mendukung kebebasan individu dan mengakui hak milik pribadi. Kemudian kesamaan antara sistem ekonomi islam dan sosialisme yaitu sikap keduanya yang mendukung pemerataan kesejahteraan dengan sikap tidak mementingkan diri sendiri sehingga tidak terjadi kesenjangan sosial  antara Si kaya dan Si miskin. Akan tetapi dalam beberapa hal sistem ekonomi islam memiliki beberapa kelebihan dibanding keduanya, diantaranya dalam hal sifat kepemilikan, hak pemanfaatan, prioritas kepemilikan, peran individu dan negara, distribusi kepemilikan, dan tanggung jawab pemanfaatan.
Pertama, sifat kepemilikan. Sistem ekonomi kapitalisme dan sosialisme berpegang pada prinsip kepemilikan mutlak oleh manusia. Dengan berpegang pada prinsip tersebut berarti kedua sistem ini tidak mengakui adanya kepemilikan absolut oleh sang pencipta karena mereka merasa bahwa manusialah yang memiliki hak mutlak atas harta yang dimiliki sehingga mereka akan menggunakan harta mereka dengan sebebas-bebasnya. Kelebihan sistem ekonomi islam dibanding kedua sistem ini adalah sistem ekonomi islam berpegang teguh pada prinsip bahwa Allah adalah pemilik mutlak,  manusia hanya memiliki hak pakai dan hak kepemilikan terbatas sehingga manusia akan memanfaatkan harta yang dimiliki dengan sebaik-baiknya karena mereka sadar bahwa mereka hanya memiliki hak pakai bukan hak mutlak.
Kedua, hak pemanfaatan. Sistem ekonomi kapitalisme dan sosialisme berprinsip bahwa manusia bebas memanfaatkan harta mereka. Sedangkan sistem ekonomi islam berprinsip bahwa pemanfaatan harta oleh manusia mengikuti ketentuan Allah. Kelebihan sistem ekonomi islam dalam hal ini yaitu dengan prinsip bahwa pemanfaatan harta oleh manusia mengikuti ketentuan Allah, maka ketika memanfaatkan harta mereka pasti manusia akan berhati-hati dalam bertindak  mengikuti syari’at Allah yang telah  mengatur untuk  hal-hal apa saja harta mereka digunakan dan dibelanjakan. Berbeda dengan kedua sistem tersebut yang bebas membelanjakan dan memanfaatkan harta mereka dalam hal apa saja sebebas-bebasnya sekalipun untuk kejahatan.
Ketiga, Prioritas kepemilikan. Dalam sistem ekonomi kapitalisme, hak milik individu dijunjung tinggi sehingga berakibat persaingan bebas dan sifat individualisyang menyebabkan kesenjangan sosial yang tinggi. Berbeda dengan sistem ekonomi sosialisme yang sangat menjunjung tinggi hak milik kolektif/sosial sehingga mengabaikan hak milik dan kebebasan pribadi. Sedangkan dalam ekonomi islam, hak milik individu dan kolektif diatur oleh agama sehingga terdapat batasan antara hal-hal apa saja yang boleh menjadi hak milik pribadi dan hal-hal apa saja yang menjadi hak kolektif(harta bersama). Hal ini akan berdampak pada pengelolaan harta oleh manusia itu sendiri.
Keempat, peran individu dan negara. Sistem ekonomi kapitalisme berprinsip bahwa individu bebas memanfaatkan sumber daya. Sedangkan sistem ekonomi sosialisme berprinsip bahwa negara lah yang mengatur pemanfaatan sumber daya. Kelebihan sistem ekonomi islam dalam hal ini adalah menjadi penengah diantara keduanya, sistem ekonomi islam sendiri berprinsip bahwa terdapat kewajiban individu, masyarakat, dan Negara secara proporsional, dalam artian bahwa masing-masing memiliki porsi untuk mengatur kewajiban dan sumber daya apa saja yang boleh dikelola dan dikembangkan oleh masing-masing bagian. Sehingga tidak terjadi kediktatoran oleh Negara ataupun kebebasan sebebas-bebasnya oleh individu.
Kelima, distribusi kepemilikan. Dalam sistem ekonomi kapitalisme, distribusi kepemilikan bertumpu pada mekanisme pasar, yang membedakannya dengan sistem ekonomi sosialisme yaitu dalam sistem ekonomi sosialisme distribusi kepemilikan bertumpu pada peran pemerintah. Sedangkan dalam sistem ekonomi islam, distribusi kepemilikan itu sebagian diatur oleh pasar, pemerintah, dan ada yang langsung diatur oleh Quran. Keunggulan sistem ekonomi islam dalam hal ini adalah distribusi kepemilikan menjadi lebih jelas bagian-bagiannya karena telah diatur. Sehingga pandistribusian harta seperti zakat, infaq maupun sedekah menjadi merata.
Terakhir, dalam hal tanggung jawab dan pemanfaatan. Sistem ekonomi kapitalisme berprinsip bahwa pertanggungjawaban dan pemanfaatan harta yang dimiliki adalah kepada diri sendiri secara ekonomis dan teknis. Sistem ekonomi sosialisme dalam hal pertanggungjawaban dan pemanfaatan harta ini, berprinsip bahwa pertanggungjawabannya adalah kepada publik secara ekonomi dan teknis. Berbeda sekali dengan prinsip ekonomi islam yang berpandangan  bahwa pertanggungjawaban dan pemanfaatan harta adalah kepada diri sendiri, publik, dan Allah di dunia akhirat. Kelebihan Sistem ekonomi islam dalam hal ini adalah sistem ini tidak hanya memikirkan tanggung jawab di dunia saja, tetapi juga pertanggungjawaban di akhirat.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa memang terdapat beberapa kelebihan sistem ekonomi islam dibanding sistem ekonomi kapitalisme dan sistem ekonomi sosialisme baik dalam hal sifat kepemilikan, hak pemanfaatan, prioritas kepemilikan, peran individu dan Negara, distribusi kepemilikan, maupun pertanggungjawaban pemanfaatan yang menjadikan sistem ekonomi islam lebih unggul dari sistem ekonomi kapitalisme dan sistem ekonomi sosialisme yang selama ini digunakan sebagian besar negara maju di dunia.

Generasi Ekonomi Islam . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates