Metode Pelatihan
Metode Pelatihan (Pada Perusahaan,
Lembaga dan Organisasi)
Oleh : Lusi Murdianti
Pelatihan adalah aktivitas yang sangat penting pada
sebuah perusahaan, lembaga institusional dan juga organisasi . Bisa dikatakan
bahwa pelatihan merupakan suatu kebutuhan. Perannya yang cukup urgent inilah yang membuat pelatihan
seringkali dilaksanakan guna meningkatkan kualitas para pesertanya. Selain
meningkatkan kualitas, pelatihan juga dibuat supaya para peserta lebih
menguasai dan lebih baik pada di bidang yang diembannya (jabatan kerja baik di
organisasi maupun perusahaan). Hal inilah yang mendorong beberapa pihak rela memfasilitasi pelatihan dengan harapan mendapatkan hasil kinerja yang baik, efèktif
dan efisien. Menurut Mathis (2002), “Pelatihan adalah suatu proses dimana
orang-orang mencapai kemampuan tertentu untuk membantu mencapai tujuan
organisasi. Oleh karena itu, proses ini terikat dengan berbagai tujuan
organisasi, dan pelatihan dapat dipandang secara sempit maupun luas“. Sedangkan
menurut Pangabean (2004), “pelatihan didefinisikan sebagai suatu cara yang
digunakan untuk memberikan atau meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan guna melaksanakan pekerjaan sekarang. Sedangkan
pendidikan lebih berorientasi pada masa depan dan lebih menekankan pada
peningkatan kemampuan seseorang untuk memahami dan menginterpretasikan
pengetahuan”.
Ketika pelatihan dianggap sebagai
sesuatu yang penting, tentunya ini membutuhkan persiapan yang serius dan matang.
Mulai dari menentukan kebutuhan peserta, desain program pelatihan yang
digunakan, evaluasi program pelatihan serta metode yang digunakan dalam
pelatihan. Berbicara tentang metode, agar pelatihan dapat menghasilkan sumber
daya manusia (output peserta pasca pelatihan) yang sesuai dengan harapan,
haruslah digunakan metode yang tepat. Penyesuaian metode dengan sasaran
pelatihan dalam hal ini para peserta adalah hal yang penting dalam upaya
menciptakan SDM peserta yang berkualitas lagi sesuai kebutuhan karena
menurut Veithzal Rivai (2004:240) salah
satu faktor yang menunjang kearah efektivitas pelatihan diantaranya adalah
metode pelatihan.
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa
Indonesia): “Metode adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan
pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan”. Berarti metode
pelatihan adalah ketepatan cara penyampaian yang digunakan selama pelatihan itu
berlangsung. Training yang tidak terlepas dari pengembangan kemampuan,
pengukuran tujuan yang jelas, dan perubahan sikap dapat diterapkan dengan
beberapa pilihan metode sesuai dengan lingkungan pelatihan (Wagonhurst, 2002).
Metode pelatihan ini terdiri dari
beberapa macam, dirancang dan harus disesuikan dengan kebutuhan para
peserta. Dalam pelatihan, beberapa
teknik akan menjadikan prinsip belajar lebih efektif. Dalam melaksanakan
pelatihan ini ada beberapa metode yang digunakan, antara lain yaitu metode on
the job dan off the job training (Hasibuan, 2005:68).
Pertama
adalah metode On The Job Training. On
the job training (OT) atau disebut juga pelatihan dengan
instruksi pekerjaan sebagai
suatu metode pelatihan dengan cara para peserta ditempatkan dalam kondisi
pekerjaan yang riil, dibawah bimbingan dan supervise dari yang telah berpengalaman
atau terlatih. Ada beberapa macam
metode pelatihan on the job training diantaranya adalah: a.) Instruksi, yaitu suatu metode pelatihan dengan cara para pekerja atau calon
pekerja (jika di perusahaan/lembaga lain)
ditempatkan dalam kondisi pekerjaan yang riil, di bawah bimbingan dan
supervisi dari pegawai yang telah berpengalaman atau seorang supervisor. b.) Rotasi yaitu pelatihan silang (cross-train) bagi
karyawan agar mendapatkan variasi
kerja, para pengajar memindahkan para peserta pelatihan dari tempat kerja yang satu ke tempat kerja yang
lainnya. c.) Magang yaitu
pelatihan dengan melibatkan pembelajaran dari pekerja yang lebih berpengalaman.
d.) Pelatihan dimana peserta (karyawan) dilibatkan secara langsung dibawah
seorang pemimpin (yang bertugas sebagai pelatih), calon karyawan tersebut
dijadikan sebagai pembantu pimpinan atau pelatih.
Kemudian yang kedua adalah pelatihan
di luar kerja (Off the job training), merupakan pelatihan yang
berlangsung pada waktu karyawan yang dilatih tidak melaksanakan pekerjaan
rutin/biasa. Ada beberapa macam metode
pelatihan off the job training diantaranya
: a.) Ceramah kelas dan presentasi video. Metode ini terkenal
karena menawarkan sisi ekonomis dan material organisasi. Partisipasi dan umpan
balik dapat meningkat dengan adanya diskusi selama ceramah. b.) Pelatihan
Vestibule, Wilayah atau vestibule terpisah di buat dengan peralatan yang
sama dengan yang digunakan dalam pekerjaan. Cara ini memungkinkan adanya
transfer, repetisi, dan partisipasi serta material perusahaan bermakna dan
umpan balik. c.) Simulasi. Dan yang terakhir adalah d.) Belajar terprogram, bahan–bahan
pembelajaran terprogram adalah bentuk lain dari belajar mandiri. Biasanya
terdapat program komputer atau cetakan booklet yang berisi tentang
pertanyaan dan jawaban. Setelah membaca dan menjawab pertanyaan, pembaca
langsung mendapatkan umpan balik kalau benar, belajar lanjut kalau salah.
Beberapa hal yang mesti dipenuhi
dalam pemilihan metode tertentu untuk digunakan pada program pelatihan adalah
faktor-faktor ini, diantaranya : Efisiensi biaya, isi program yang
dikehendaki, kelayakan fasilitas, preferensi dan kemampuan peserta, preferensi
dan kemampuan pelatih, juga prinsip-prinsip belajar. Sehingga proses pelatihan
menjadi sesuai dengan tujuan awal direncanakannya.
Oleh karena itu, pelatihan menjadi
point penting bagi sebuah perusahaan, lembaga maupun organisasi dalam meraih
tujuan yang hendak dicapai. Tidak hanya itu, metode yang digunakan juga harus
sesuai dan bisa diterapkan pada proses pelatihan tersebut sehingga pelatihan
menjadi efektif, efisien dan memberikan perubahan yang berarti bagi para
peserta dalam meningkatkan kualitasnya.
Refferensi :
repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/54348/4/Chapter%20II.pdf
eprints.umk.ac.id/1645/2/BAB_II.pdf
http://e-journal.uajy.ac.id/414/3/2EM17181.pdf
