Senin, 29 Mei 2017



Metode Pelatihan (Pada Perusahaan, Lembaga dan Organisasi)
Oleh : Lusi Murdianti
Hasil gambar untuk pelatihan+gambar

Pelatihan adalah aktivitas yang sangat penting pada sebuah perusahaan, lembaga institusional dan juga organisasi . Bisa dikatakan bahwa pelatihan merupakan suatu kebutuhan. Perannya yang cukup urgent inilah yang membuat pelatihan seringkali dilaksanakan guna meningkatkan kualitas para pesertanya. Selain meningkatkan kualitas, pelatihan juga dibuat supaya para peserta lebih menguasai dan lebih baik pada di bidang yang diembannya (jabatan kerja baik di organisasi maupun perusahaan). Hal inilah yang mendorong beberapa pihak rela  memfasilitasi pelatihan dengan harapan  mendapatkan hasil kinerja yang baik, efèktif dan efisien. Menurut Mathis (2002), “Pelatihan adalah suatu proses dimana orang-orang mencapai kemampuan tertentu untuk membantu mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, proses ini terikat dengan berbagai tujuan organisasi, dan pelatihan dapat dipandang secara sempit maupun luas“. Sedangkan menurut Pangabean (2004), “pelatihan didefinisikan sebagai suatu cara yang digunakan untuk memberikan atau meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan guna  melaksanakan pekerjaan sekarang. Sedangkan pendidikan lebih berorientasi pada masa depan dan lebih menekankan pada peningkatan kemampuan seseorang untuk memahami dan menginterpretasikan pengetahuan”.

            Ketika pelatihan dianggap sebagai sesuatu yang penting, tentunya ini membutuhkan persiapan yang serius dan matang. Mulai dari menentukan kebutuhan peserta, desain program pelatihan yang digunakan, evaluasi program pelatihan serta metode yang digunakan dalam pelatihan. Berbicara tentang metode, agar pelatihan dapat menghasilkan sumber daya manusia (output peserta pasca pelatihan) yang sesuai dengan harapan, haruslah digunakan metode yang tepat. Penyesuaian metode dengan sasaran pelatihan dalam hal ini para peserta adalah hal yang penting dalam upaya menciptakan SDM peserta yang berkualitas lagi sesuai kebutuhan karena menurut  Veithzal Rivai (2004:240) salah satu faktor yang menunjang kearah efektivitas pelatihan diantaranya adalah metode pelatihan.

            Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia): “Metode adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan”. Berarti metode pelatihan adalah ketepatan cara penyampaian yang digunakan selama pelatihan itu berlangsung. Training yang tidak terlepas dari pengembangan kemampuan, pengukuran tujuan yang jelas, dan perubahan sikap dapat diterapkan dengan beberapa pilihan metode sesuai dengan lingkungan pelatihan (Wagonhurst, 2002).

            Metode pelatihan ini terdiri dari beberapa macam, dirancang dan harus disesuikan dengan kebutuhan para peserta.  Dalam pelatihan, beberapa teknik akan menjadikan prinsip belajar lebih efektif. Dalam melaksanakan pelatihan ini ada beberapa metode yang digunakan, antara lain yaitu metode on the job dan off the job training (Hasibuan, 2005:68).
Hasil gambar untuk pelatihan+gambar
            Pertama adalah metode On The Job Training. On the job training (OT) atau disebut juga pelatihan dengan instruksi pekerjaan sebagai suatu metode pelatihan dengan cara para peserta ditempatkan dalam kondisi pekerjaan yang riil, dibawah bimbingan dan supervise dari yang telah berpengalaman atau terlatih. Ada beberapa macam metode pelatihan on the job training diantaranya adalah: a.) Instruksi, yaitu suatu metode pelatihan dengan cara para pekerja atau calon pekerja (jika di perusahaan/lembaga lain)  ditempatkan dalam kondisi pekerjaan yang riil, di bawah bimbingan dan supervisi dari pegawai yang telah berpengalaman atau seorang supervisor. b.) Rotasi yaitu  pelatihan silang (cross-train) bagi karyawan agar mendapatkan variasi kerja, para pengajar memindahkan para peserta pelatihan dari tempat kerja yang satu ke tempat kerja yang lainnya. c.) Magang yaitu pelatihan dengan melibatkan pembelajaran dari pekerja yang lebih berpengalaman. d.) Pelatihan dimana peserta (karyawan) dilibatkan secara langsung dibawah seorang pemimpin (yang bertugas sebagai pelatih), calon karyawan tersebut dijadikan sebagai pembantu pimpinan atau pelatih.

            Kemudian yang kedua adalah pelatihan di luar kerja (Off the job training), merupakan pelatihan yang berlangsung pada waktu karyawan yang dilatih tidak melaksanakan pekerjaan rutin/biasa. Ada beberapa macam metode pelatihan off the job training diantaranya : a.) Ceramah kelas dan presentasi video. Metode ini terkenal karena menawarkan sisi ekonomis dan material organisasi. Partisipasi dan umpan balik dapat meningkat dengan adanya diskusi selama ceramah. b.) Pelatihan Vestibule, Wilayah atau vestibule terpisah di buat dengan peralatan yang sama dengan yang digunakan dalam pekerjaan. Cara ini memungkinkan adanya transfer, repetisi, dan partisipasi serta material perusahaan bermakna dan umpan balik. c.) Simulasi. Dan yang terakhir adalah d.) Belajar terprogram, bahan–bahan pembelajaran terprogram adalah bentuk lain dari belajar mandiri. Biasanya terdapat program komputer atau cetakan booklet yang berisi tentang pertanyaan dan jawaban. Setelah membaca dan menjawab pertanyaan, pembaca langsung mendapatkan umpan balik kalau benar, belajar lanjut kalau salah.

            Beberapa hal yang mesti dipenuhi dalam pemilihan metode tertentu untuk digunakan pada program pelatihan  adalah  faktor-faktor ini, diantaranya : Efisiensi biaya, isi program yang dikehendaki, kelayakan fasilitas, preferensi dan kemampuan peserta, preferensi dan kemampuan pelatih, juga prinsip-prinsip belajar. Sehingga proses pelatihan menjadi sesuai dengan tujuan awal direncanakannya.

            Oleh karena itu, pelatihan menjadi point penting bagi sebuah perusahaan, lembaga maupun organisasi dalam meraih tujuan yang hendak dicapai. Tidak hanya itu, metode yang digunakan juga harus sesuai dan bisa diterapkan pada proses pelatihan tersebut sehingga pelatihan menjadi efektif, efisien dan memberikan perubahan yang berarti bagi para peserta dalam meningkatkan kualitasnya.
Hasil gambar untuk pelatihan+gambar


Refferensi :
repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/54348/4/Chapter%20II.pdf
eprints.umk.ac.id/1645/2/BAB_II.pdf
http://e-journal.uajy.ac.id/414/3/2EM17181.pdf



Generasi Ekonomi Islam . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates