manajemen investasi (tugas)
LAPORAN
HASIL SURVEY TENTANG KEBUTUHAN ES BATU TERHADAP 10 TEMPAT USAHA MAKANAN DAN
MINUMAN DI KOTA PONTIANAK
(MANAJEMEN
INVESTASI)

OLEH
NAMA
: LUSI MURDIANTI
NIM : 1142110001
PROGRAM STUDI EKONOMI ISLAM
FAKULTAS SYARIAH DAN
EKONOMI ISLAMINSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK 2017
A. Judul
Laporan Hasil Survey Tentang Kebutuhan Es Batu Terhadap 10 Tempat Makanan dan
Minuman di Kota Pontianak.
B. Latar Belakang
Pontianak
merupakan ibu kota provinsi Kalimantan Barat. Posisinya yang strategis
menjadikan keadaan perekonomiannya juga lebih maju dibandingkan kabupaten/kota
lainnya. Perekonomian yang paling dominan di kota Pontianak adalah Industri,
perdagangan serta usaha kecil dan menengah lainnya.
Beberapa
tahun terakhir ini, bisnis di bidang makanan dan minuman menjadi sektor yang
menjanjikan. Hal ini bisa dilihat dari keberadaan kafe dan warung makan yang
semakin menjamur. Baik yang menjual minuman saja, atau kedua-duanya, makanan
dan minuman.
Tidak
bisa dipungkiri, kebutuhan akan es batu di tempat-tempat ini juga meningkat
karena termasuk bahan utama untuk membuat minuman dingin.
Oleh
karena itu, Penulis merasa ini penting untuk dibahas lebih lanjut guna
mengetahui seberapa besar kebutuhan akan es batu yang dibutuhkan tempat makan
dan minuman di kota Pontianak.
C.
BATASAN MASALAH
Melalui
Survey ini penulis akan mengungkap seberapa
besar kebutuhan akan es batu oleh pedagang makanan dan minuman di Kota
Pontianak khususnya di daerah sepakat 2 yang merupakan daerah yang dekat dengan
lingkungan mahasiswa..
D.
TUJUAN
Tujuan
dari survey ini adalah untuk mengetahui besar kebutuhan akan es batu oleh
pedagang makanan dan minuman di Kota Pontianak khususnya di daerah sepakat 2
E.
PEMBAHASAN
1. Deskripsi
objek penelitian
Survey ini dilakukan di
daerah sepakat 2, Kota Pontianak yang merupakan daerah yang banyak dikunjungi
mahasiswa karena lokasinya yang strategis dan dekat dengan kampus Universitas
Tanjung Pura . Survey ini dilakukan dengan model wawancara dan narasumber diminta
mengisi kuisioner. Adapun yang menjadi Narasumbernya adalah para pemilik warung
makan atau kafe di daerah Sepakat 2, Kota Pontianak.
2. Data
Narasumber
Data Narasumber terlampir beserta
kuisioner.
3. Hasil
Survey
Dalam sub pembahasan
ini, penulis akan memaparkan hasil wawancara dan jawaban kuisioner oleh narasumber yang penulis temui yaitu :
a.
Warung
Pak Kumis

Menurut karyawan di warung pak
kumis, mereka membutuhkan 10 bungkus es batu setiap harinya. Es batu ini mereka
dapatkan dengan cara membuat sendiri dengan bahan air hujan.
b.
Warung
Makan Barokah

Menurut
Ibu Maemunah, beliau membutuhakan sekitar 5 bungkus es batu setiap harinya
untuk kebutuhan warungnya. Es Batunya merupakan buatan sendiri dari bahan air
ledeng.
c.
Rumah Makan Bang Doll

Menurut pemilik Rumah makan bang doll
ini, jumlah es batu yang mereka butuhkan sepanjang hari adalah 20 buah. Es batu
mereka dapatkan dari hasil buatan sendiri dengan bahan air hujan dan terkadang
air gallon.
d. RM. Same’an

Menurut bu Same’an, beliau
membutuhkan 5 bungkus es batu setiap harinya. Untuk mencukupinya, beliau
membuat sendiri dari bahan air hujan
e. Rumah Makan Nur ifa

Menurut
Yanti, salah seorang karyawan di rumah makan Nur Ifa sepakat 2, mereka
membutuhkan 6 buah es batu untuk berjualan setiap hari. Es baru mereka peroleh
dari membeli dibelakang toko dan menghabiskan biaya 12.000 rupiah.
f. RM. BARCA

Menurut bu Sumiati, Pemilik RM.
Barrca, beliau memerlukan 6 buah es batu setiap harinya untuk kebutuhan di
toko. Es batu beliau dapatkan dari membeli dibelakang rumahnya seharga 12.000
(2.000/buah)
g. RM. Happy

Warung Happy yang didirikan oleh
Sulaiman ini membutuhkan 12 buah es batu setiap harinya. Es batu merupakan
buatan sendiri dengan menggunakan air hujan.
h.
Revo Net

Revo
Net merupakan kafe yang didalamnya ada warnet dan menjual beraneka macam
minuman. Mereka membutuhkan 6 buah es batu setiap harinya . Es batu dibuat
sendiri menggunakan air gallon.
i.
RM. Pondok Family

Rumah
makan ini merupakan milik Bapak Arifn. Beliau mengatakan bahwa keperluan akan
es batu setiap harinya sekitar 10 buah. Es merupakan buatan sendiri dari air
hujan.
J.
Lenny Tajiroh

Pemilik
tempat makan ini mengatakan bahwa kebutuhan es batu setiap harinya sekitar 6-10
buah dengan cara membuat sendiri dan dari air hujan.
F. PENUTUP
1.
Kesimpulan
Dari
hasil wawancara dan Survey 10 pemilik tempat makan di Sepakat 2, Kota
Pontianak, penulis menyimpulkan bahwa rata-rata kebutuhan es batu setiap rumah
makan adalah berkisar antara 6-10 buah, meskipun ada beberapa yang lebih dari
sepuluh, namun tidak banyak. Sebagian
besar pemilik juga membuat es batunya sendiri dengan bahan air hujan atau air
galon.
2.
Saran
Saran penulis dalam hal
ini adalah supaya kita bisa mencontoh sikap dan semangat para pelaku usaha yang
tetap menjaga kualitas dagangannya dengan cara membuat es batu sendiri.
