Senin, 15 Januari 2018



LAPORAN HASIL SURVEY TENTANG KEBUTUHAN ES BATU TERHADAP 10 TEMPAT USAHA MAKANAN DAN MINUMAN DI KOTA PONTIANAK
(MANAJEMEN INVESTASI)




OLEH
NAMA : LUSI MURDIANTI
NIM     : 1142110001


PROGRAM STUDI EKONOMI ISLAM
FAKULTAS SYARIAH DAN EKONOMI ISLAMINSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK 2017

A.    Judul
 Laporan Hasil Survey Tentang Kebutuhan  Es Batu Terhadap 10 Tempat Makanan dan Minuman di Kota Pontianak.
B.     Latar Belakang

Pontianak merupakan ibu kota provinsi Kalimantan Barat. Posisinya yang strategis menjadikan keadaan perekonomiannya juga lebih maju dibandingkan kabupaten/kota lainnya. Perekonomian yang paling dominan di kota Pontianak adalah Industri, perdagangan serta usaha kecil dan menengah lainnya.
Beberapa tahun terakhir ini, bisnis di bidang makanan dan minuman menjadi sektor yang menjanjikan. Hal ini bisa dilihat dari keberadaan kafe dan warung makan yang semakin menjamur. Baik yang menjual minuman saja, atau kedua-duanya, makanan dan minuman.
Tidak bisa dipungkiri, kebutuhan akan es batu di tempat-tempat ini juga meningkat karena termasuk bahan utama untuk membuat minuman dingin.
Oleh karena itu, Penulis merasa ini penting untuk dibahas lebih lanjut guna mengetahui seberapa besar kebutuhan akan es batu yang dibutuhkan tempat makan dan minuman di kota Pontianak.

C.     BATASAN MASALAH
Melalui Survey  ini penulis akan mengungkap seberapa besar kebutuhan akan es batu oleh pedagang makanan dan minuman di Kota Pontianak khususnya di daerah sepakat 2 yang merupakan daerah yang dekat dengan lingkungan mahasiswa..

D.    TUJUAN
Tujuan dari survey ini adalah untuk mengetahui besar kebutuhan akan es batu oleh pedagang makanan dan minuman di Kota Pontianak khususnya di daerah sepakat 2

E.     PEMBAHASAN

1.      Deskripsi objek penelitian

Survey ini dilakukan di daerah sepakat 2, Kota Pontianak yang merupakan daerah yang banyak dikunjungi mahasiswa karena lokasinya yang strategis dan dekat dengan kampus Universitas Tanjung Pura . Survey ini dilakukan dengan model wawancara dan narasumber diminta mengisi kuisioner. Adapun yang menjadi Narasumbernya adalah para pemilik warung makan atau kafe di daerah Sepakat 2, Kota Pontianak.


2.      Data Narasumber

Data Narasumber terlampir beserta kuisioner.


3.      Hasil Survey
Dalam sub pembahasan ini, penulis akan memaparkan hasil wawancara dan jawaban kuisioner oleh  narasumber yang penulis temui yaitu :

a.         Warung Pak Kumis


            Menurut karyawan di warung pak kumis, mereka membutuhkan 10 bungkus es batu setiap harinya. Es batu ini mereka dapatkan dengan cara membuat sendiri dengan bahan air hujan.





b.         Warung Makan Barokah

        Menurut Ibu Maemunah, beliau membutuhakan sekitar 5 bungkus es batu setiap harinya untuk kebutuhan warungnya. Es Batunya merupakan buatan sendiri dari bahan air ledeng.

c.       Rumah Makan Bang Doll


Menurut pemilik Rumah makan bang doll ini, jumlah es batu yang mereka butuhkan sepanjang hari adalah 20 buah. Es batu mereka dapatkan dari hasil buatan sendiri dengan bahan air hujan dan terkadang air gallon.


d.      RM. Same’an

Menurut bu Same’an, beliau membutuhkan 5 bungkus es batu setiap harinya. Untuk mencukupinya, beliau membuat sendiri dari bahan air hujan









e.       Rumah Makan Nur ifa
            Menurut Yanti, salah seorang karyawan di rumah makan Nur Ifa sepakat 2, mereka membutuhkan 6 buah es batu untuk berjualan setiap hari. Es baru mereka peroleh dari membeli dibelakang toko dan menghabiskan biaya 12.000 rupiah.

f.       RM. BARCA


Menurut bu Sumiati, Pemilik RM. Barrca, beliau memerlukan 6 buah es batu setiap harinya untuk kebutuhan di toko. Es batu beliau dapatkan dari membeli dibelakang rumahnya seharga 12.000 (2.000/buah)

g.      RM. Happy
Warung Happy yang didirikan oleh Sulaiman ini membutuhkan 12 buah es batu setiap harinya. Es batu merupakan buatan sendiri dengan menggunakan air hujan.


h.      Revo Net
Revo Net merupakan kafe yang didalamnya ada warnet dan menjual beraneka macam minuman. Mereka membutuhkan 6 buah es batu setiap harinya . Es batu dibuat sendiri menggunakan air gallon.

i.        RM. Pondok Family
Rumah makan ini merupakan milik Bapak Arifn. Beliau mengatakan bahwa keperluan akan es batu setiap harinya sekitar 10 buah. Es merupakan buatan sendiri dari air hujan.

J. Lenny Tajiroh
Pemilik tempat makan ini mengatakan bahwa kebutuhan es batu setiap harinya sekitar 6-10 buah dengan cara membuat sendiri dan dari air hujan.





F.  PENUTUP
1. Kesimpulan
Dari hasil wawancara dan Survey 10 pemilik tempat makan di Sepakat 2, Kota Pontianak, penulis menyimpulkan bahwa rata-rata kebutuhan es batu setiap rumah makan adalah berkisar antara 6-10 buah, meskipun ada beberapa yang lebih dari sepuluh, namun tidak banyak.  Sebagian besar pemilik juga membuat es batunya sendiri dengan bahan air hujan atau air galon.
2. Saran
Saran penulis dalam hal ini adalah supaya kita bisa mencontoh sikap dan semangat para pelaku usaha yang tetap menjaga kualitas dagangannya dengan cara membuat es batu sendiri.



Generasi Ekonomi Islam . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates